KONSELING

HALAMAN INI, HANYA SEBAGAI SANARANA UNTUK MEMBANTU TEMAN-TEMAN DALAM MENEMUKAN BEBERAPA REFERENSI LAIN DALAM MEMPELAJARI ILMU PSYCHOLOGY

MICRO-SKILLS KONSELING

Cara Menghadapi Klien dan Penggunaan Respon yang Minimal

Meskipun terkadang klien menanyakan saran, namun pada umumnya mereka tidak suka diberikan saran, dan jarang sekiranya yang datang kepada konselor untuk mendengarkan konselor. Mereka datang kepada konselor untuk membicarakan tentang diri mereka sediri, untuk mendapatkan sesuatu yang dapat melegakan hati, untuk mengungkapkan perasaannya, dan untuk mengatakan sesuatu yang sangat sulit atau tidak mungkin dapat dikatakan pada teman atau keluarga. Jika kamu dapat mengingat bahwa klien benar-benar datang untuk berbicara kepadamu dan untuk mencurahkan kepadamu sesuatu yang mengganggunya, dan bahwa dia tidak datang kepadamu untuk mendengarkan perkataanmu, kemudian kamu akan mendapatkan pemahaman yang lebih baik pada hubungan dalam konseling.

Yang utama bagi seorang konselor adalah sebagai pendengar. Dengan mendengarkan apa yang dikatakan klien, konselor dapat membantu klien untuk melewati kebingungan dan kekacauan, mengidentifikasi dilemma, mengeksplorasi pilihan-pilihan klien, dan setelah melakukan sesi konseling klien merasakan sesuatu yang berguna telah terjadi. Oleh karena itu, konselor dibutuhkan untuk secara hati-hati memeriksa segala sesuatu yang diucapkan oleh klien dan mengingat hal-hal terkecil dalam percakapan. Jika kamu ingin meyakinkan kepada klien bahwa kamu benar-benar mendengarkannya, kamu tidak butuh menanyakannya nama dari pertemuan kedua. Kamu tidak butuh memintanya untuk mengingatkanmu tentang apa yang telah terjadi lima tahun lalu dalam relasinya, atau tentang sesuatu yang sepele yang hampir tidak disebutkannya. Kamu harus mengingat secara detail, karena selama sesi konseling kamu akan memfokuskan konsentrasimu pada klien dan pada apa yang dikatakannya padamu. Cara yang baik agar klien mengetahui bahwa kamu memberikan perhatian penuh padanya ialah dengan penggunaan respon yang minimal.

Minimal respon adalah sesuatu yang secara otomatis kita lakukan dalam percakapan kita ketika kita lebih banyak mendengarkan daripada berbicara. Konseling melibatkan seni dalam membangun kemampuan mendengarkan dan menganggap penting penggunaan respon yang minimal. Minimal respon kadang-kadang dalam bentuk non-verbal dan termasuk menganggukkan kepala. Yang juga termasuk dalam minimal respon adalah ekspresi seperti “A-ha.” “uh-hm,” “ya,” “OK,” dan “baik.” Selama klien berbicara terus menerus, konselor perlu waktu demi waktu untuk menegaskan bahwa dia mendengarkan apa yang klien katakan, dan ini dapat terjadi dengan memasukkan respon yang minimal pada interval waktu yang tetap.

Sebagai konselor, waktu dalam memberikan respon yang minimal harus dilakukan dengan tepat. Jika mereka memberikan terlalu sering, maka akan menjadi gangguan dan akan merusak. Sebaliknya, jika mereka tidak cukup sering memberikan respon yang minimal, maka klien akan menganggap bahwa kamu tidak benar-benar memeriksa apa yang ia katakan. Dalam rangka menciptakan relasi yang empatik, padukan kecepatan dalam berbicara dan nada suara klienmu. Ketika dia berbicara dengan cepat kamu menanggapi dengan cepat, dan ketika ia perlahan-lahan bercerita maka buat dirimu juga tidak tergesah-gesah.

Respon yang minimal tidak hanya pembenaran bahwa klien harus didengarkan. Ini dapat menjadi cara yang cerdik dalam mengkomunikasikan pesan-pesan lainnya. Ini dapat digunakan untuk menyatakan bahwa konselor setuju dengan klien, atau untuk menekankan pentingnya pernyataan dari klien, untuk menyatakan kejutan, atau untuk menanyakan kepatutan dari apa yang klien katakan. Cara dalam memberikan respon yang minimal – penggunaan nada pada suara, diiringi dengan perilaku non-verbal seperti gerakan mata, ekspresi wajah dan pergerakan tubuh – semua dikombinasikan untuk memberikan pesan kepada klien.

Beberapa respon yang lebih panjang memiliki fungsi yang mirip dengan respon yang minimal. Sebagai contoh, konselor dapat mengatakan “ Saya mendengarkan apa yang kamu katakan,” atau “Saya mengerti.” Bersama dengan penggunaan respon yang minimal, cara lain yang dapat digunakan oleh konselor untuk membantu klien merasa bahwa dia benar-benar didengarkan ialah dengan memadukan perilaku non-verbal. Jika klien duduk di pinggir kursi dengan tangan di atas lutut yang memandang ke depan, kemudian itu dapat berguna bagi konselor untuk duduk dengan cara yang sama dan menggunakan efek cermin untuk melihat pergerakan klien. Dengan melakukan ini, klien akan merasa adanya hubungan yang intim antara dirinya dengan konselor, daripada konselor yang duduk di belakang sebagai ahli yang superior, mendengarkan dan menghakimi apa yang mereka katakan. Sama halnya ketika klien duduk bersandar pada kursinya dengan kaki disilangkan, dan konselor dengan iseng menyesuaikan gerakan tersebut, klien dapat merasakan lebih tenang.

Jika konselor menyesuaikan perilaku non verbal klien dan sikap klien sementara waktu, kemudian lebih sering daripada tidak, klien akan menyesuaikan perilaku konselor ketika konselor melakukan perubahan. Dengn cara ini konselor dapat membawa perubahan pada keadaan emosional klien. Sebagai contoh, dengan menyesuaikan kecepatan dan nada bicara dan kecepatan bernafas, klien yang merasa gelisah konselor dapat bergabung dengannya. Ketika konselor ingin diperlakukan hal yang sama, dia dapat memperlambat pernafasan, memperlambvat kecepatan dalam berbicara dan duduk secara nyaman di kursinya. Jika penyesuaian tersebut berjalan efektif klien akan mengikuti contoh dari konselor dan akan lebih lambat dan mengadopsi sikap yang lebih rileks. Teknik ini dapat sangat membantu pada keadaan khusus pada proses konseling.

Konselor harus hati-hati dan tidak boleh menggerakan badannya terlalu cepat selama sesi konseling sebab hal tersebut dapat menggangu klien dan menyela percakapan. Oleh karena itu konselor butuh rileks dan secara natural dalam mengubah posisinya sesuai dengan keinginannya, tetapi ini harus dilakukan dengan cara pelan-pelan dan jangan secara tiba-tiba.

Kontak mata juga penting dalam membangun rapot dengan klien. Jaman dahulu, beberapa konselor percaya bahwa kontak mata seharusnya terjadi secara terus-menerus, dan konselor seharusnya terus menerus menatap mata klien. Ini adalah hal yang tidak alami untuk dilakukan dan dapat menyebabkan pertentangan bola mata di mana klien merasa tidak nyaman untuk menatap daripada bergabung dengan konselor. Untuk itu konselor dibutuhkan untuk dapat mengatur kontak mata dengan klien dan dapat mengamati norma sosial dengan berperilaku secara natural.

Sebagai konselor yang baru, saya ingat sering tidak focus sepenuhnya dengan apa yang klien katakan, tapi malah berlatih untuk merespons konseling selanjutnya perilaku tersebut sangat mengganggu dalam proses konseling. Hal tersebut disebabkan karena perasaan nervous dan keinginan untuk terlihat professional dan berkompeten daripada sebagai teman dan sesuai kenyataan. Saya juga tidak nyaman dengan diam dan merasa bahwa saya mempunyai kewajiban untuk mengisi kekosongan pada percakapan. Sekarang saya lebih nyaman dengan diam dan tidak ada tekanan pada saya untuk memberikan respon saat klien berhenti berbicara. Malahan saya merasa cukup nyaman untuk mempersilahkan klien, jika dia mau untuk berfikir dalam ketenangan kadang-kadang ketika klien telah selesai membuat pernyataan dengan penuh tenaga dan secara pribadi, dia membutuhkan waktu untuk duduk dengan tenang dan memproses apa yang telah ia katakan. Dalam menyesuaikan ketenangan klien dapat dilakukan dengan memberikan perhatian kepadanya melalui kontak mata yang tepat. Jika kamu mengamati pergerakan matanya secara hati-hati, kamu akan dapat mengetahui ketika dia berpikir dan berhenti berfikir daripada mengintruksi. Ketika berfikir, mata klien seperti fokus secara terus-menerus pada kejauhan dan ketika dia berhenti berfikir matanya akan memberitahumu.

Kesimpulan Pembelajaran :

  • Klien sering menanyakan saran namun secara umum klien tidak suka menerima saran.
  • Fungsi utama konselor adalah sebagai pendengar yang aktif.
  • Respon yang minimal dapat berupa verbal maupun non verbal.
  • Melakuan minimal respon dengan mengkuti :

Tunjukan pada klien bahwa kamu memperhatikannya.

Bantu ciptakan relasi yang empatik.

Berikan klien pesan yang halus.

  • Bergabung dengan klien adalah perbaikan dengan :

Sesuaikan nada verbal dan kecepatan;

Sesuaikan perilaku non-verbal seperti sikap; dan

Buat kontak mata yang tepat.

  • Gerakan yang cepat yang dilakukan konselor dapat mengganggu klien.
  • Ketenanga sangat penting dalam memberikan waktu pada klien untuk berpikir dan memproses apa yang telah ia katakan.
  • Mata klien dapat mengatakan kepadamu ketika ia berpikir.

MEREFLEKSIKAN ISI (PARAPHRASING)

Seperti yang dijelaskan pada bab sebelumnya, fungsi utama konselor adalah untuk mendengar sehingga klien percaya dan nyaman bahwa dia didengarkan dan dimengerti. Ini terlihat hanya ketika bertemu klien dan mempergunakan kombinasi antara perilaku nonverbal dan respon yang minimal. Konselor membutuhkan respon yang aktif sehingga dapat menggambarkan  detail penting apa yang dikatakan klien dan mengklarifikasikannya pada klien. Cara utama untuk melakukannya adalah dengan merefleksikan isi. Konselor menggunakan kemampuannya untuk memberikan umpan balik pada klien apa yang klien katakan pada konselor. Konselor tidak hanya meniru atau mengulang kata yang diucapkan oleh klien tetapi merefleksikan isinya. Ini berarti konselor harus menangkap detail yang paling penting  tentang apa yang klien katakan dan diekspresikan jika itu memungkinkan. Dibawah ini ada beberapa contoh merefleksikan isi untuk membantumu memahami bagaimana kemampuan ini digunakan.

Contoh dari merefleksikan isi :

Contoh I

Klien               : Saya bertengkar dengan putri saya, suami saya tidak berbicara pada saya, di kantor atasan saya sering memukul saya, dan ditambah lagi sahabat saya tidak lagi mengerti saya.

Konselor          : Kamu memiliki banyak masalah dalam  berhubungan dengan orang lain.

Contoh II

Klien               : Aku meghabiskan sepanjang hari abtu untuk membersihkan halaman pacarku tetapi dia kesal karena katanya aku memotong semak terlalu pendek. Aku terlalu banyak memangkasnya. Kemudian aku kembali bermasalah saat mengecat ulang belakang pintunya. Sekali lagi dia tidak mneyukai warnanya. Akhirnya aku mengajaknya pergi keluar untuk makan dan  dapatkah kamu percaya, ketika dia pergi ke restoran dia menyimpulkan bahwa dia sangat tidak menyukai keseluruhan restoran itu. Saya selalu mencoba memikirkan sesuatu yang disukainya tetapi apapun yang saya lakukan dia tidak pernah terlihat bahagia.

Konselor          : Ini terlihat seolah-olah kamu tidak bisa menyenangkan hati pacarmu.

Contoh III

Klien               : Kemarin saya bergegas ke sana-sini, saya terlihat idak punya waktu untuk diri saya sendiri, Saya pergi dari satu tempat ke tempat lain dan itu sangat sulit untuk mendapatkan segalanya.

Konselor          : Kamu memiliki hari sangat penuh kemarin.

Apakah kamu mengerti apa yang dimaksud merefleksikan isi sekarang?  Apa yang dikatakan konselor menurut fakta yang terjadi pada klien, dengan kata lain, konselor menjelaskan dengan kata-katanya sendiri sesuatu yang paling penting tentang apa yang dikatakan klien pada konselor.  Konselor mencoba menangkap inti dari apa yang dikatakan klien dan klien refleksikan. Metode ini sendiri bersama dengan respon yang minimal, dapat digunakan dengan sukses di seluruh sesi konseling jika dibarengi dengan keterampilan  seseorang yang mana memiliki kecakapan dalam ketepatan dan kejelasan merefleksikan isi.

Naskah di bawah ini merupakan sesi konseling pendek antara saya sebagai klien dan konselor berpengalaman, Margaret Hegarty, pertunjukan efektif akan menunjukkan merefleksikan isi dapat digunakan untuk membawa klien merasalakan penyelesaian masalah.

David : Halo Margaret
Margaret : Hi Dave
David : Margaret, aku ingin berbicara padamu, um, tentang beberapa beban yang sangat bermasalah pada beberapa situasi.
Margaret : Um-hm
David :  Aku merasa sangat tegang dan terganggu tentang seuatu dan mungkin dengan mengobrol denganmu dapat membantu.
Margaret : Mm- hm, Kamu merasa cemas Dave dan kamu dapat berbicara tetang sesuatu yang mengganggumu.
David :  Baiklah, umm. Apa yang membuatku merasa tak berdaya ahh, aku sangat merasa diluar kemampuan aku dan aku merasa tidak dapat menyelesaikan seluruhnya apa yang kulakukan, terlalu banyak yang pergi dalam hidup saya.
Margaret : Um-mm. Banyak tekanan dalam berhubungan yang terjadi dalam setiap kejadian dalam hidupmu.
David : Ya, semua bagiandalam hidupku terlihat saling menekan satu dengan yang lainnya dan kelihatannya waktu satu minggu tidak cukup. Ada pekerjaan, umm, pelatihan yang saya lakukan diluar pekerjaan dan mencoba mengatur kontok sosial dan hubungan sosial, dan tidak cukup waktu untuk menyelesaikannya.
Margaret : Mm-hm.
David :  Aku merasa tidak berdaya
Margaret : Mm- hm. Kamu merasa sibuk sekali dengan pekerjaanmu, tekanan lain di luar pekerjaan, dan waktu yang tidak cukup untuk kehidupan sosialmu, dan itu membuatmu sangat tidak berdaya.
David : Ya, itu membuatku tidak berdaya dan aku mulai putus asa. Aku hanya tidak tahu bagaimana mengakhiri permasalahan, aku merasa terjerat dan aku harus lebih berjuang untuk bekerja, untuk membangun situai sehingga mendapatkan sesuatu. Aku benar-benar tidak tahu bagaimana mengeluarkan diriku dari itu.
Margaret : Baiklah, sekarang terlihat seperti itu, Dave, kamu tidak dapat melihat jalan keluar, sehingga kamu terjebak di dalamnya.
David : Tidak, ummm, kukira bagian dari diriku yang sangat berantakan ialah pekerjaan saya, dan itu terlihat semakin menekan bagian lain dalam hidupku. Sehingga pekerjaan selalu datang dan datang. Waktu untuk pekerjaanku sangat panjang, mereka membuatnya semakin berantakan dan aku mulai merasa “Oh sayang, Kuharap aku dapat beristirahat.”
Margaret : Ok, jadi pekerjaan adalah tekanan utama dalam hidupmu, terlalu berlebihan dan berat bagimu.
David : Ya, Kukira aku sedikit terjebak karena aku adalah konselor dan sebagai kesimpulan ketika menjadi konselor. Aku menemukan siapa yang secara emosinal terganggu dan membutuhkanku. Mereka pikir aku selalu bersedia setiap saat dan sangat sulit bagiku berkata “Tidak, saya tidak bisa bertemu dengamu saya ada janji dengan pasangan saya di akhir minggu.” Ummm, lebih mudah bagiku untuk mengatakan, “ Oh, baiklah, kita akan bertemu saat istirahat makan siang atau saya akan pulang terlambat malam ini atau saya akan datang lebih cepat besok pagi. “ Dan umm, kesimpulannya aku merasa tidak ada jalan dimana aku dapat mengurangi seluruh pekerjaan yang aku lakukan.
Margaret Apa yang kelihatannya terjadi dalam pekerjaan ialah kamu sangat sulit mengatakan tidak ketika kamu bertemu dengan orang yang membutuhkanmu dan konsekuensinya istirahat makan siangmu dan sepulang bekerja akan menjadi saat yang sangat sibuk dengan berbicara dan bertemu dengan orang yang membutuhkan.
David Ya, itu betul dan kukira itu adalah inti permasalahanku, belum ada yang mendorongku untuk mengatakan tidak dan saya belum memiliki ilmu bagaimana membatasi apa yang aku lakukan dan saya pikir saya berbicara padamu sekarang, “ Tidak, saya ada perlu. Saya tidak dapat selalu mendahulukan kepentingan oranglain.”
Margaret : Dave, kamu sepertinya mengatakan jawabnya adalah belajar berkata “tidak” dan mengatur batas-batasnya, tapi itu akan sulit untukmu jika kamu tidak mampu melakukan itu hinga sekarang.
David : Ya, kamu benar! Aku sekarang menyadari bahwa masalahnya terdapat di aku, dan aku yakin aku bias mengatasinya dan belajar untuk berkata “tidak”. Terimakasih telah mendengarkan aku.

Jika anda melihat percakapan diatas, anda akan memperhatikan bahwa margaret tidak menggunakan tanggapan kecuali minimal dan isi refleksi. Terkadang dia mengombinasikan tanggapan minimal dan parafrase menggunakan tanggapan dengan memulai mengatakan  “Mm-Hh”,yang benar merupakan pengakuan bahwa dia telah mendengarkan apa yang saya katakan. Dia selalu melanjutkan dengan memparafrasekan apa yang telah saya beritahukan kepadanya. Apakah anda memperhatikan ketika anda membaca transkrip di atas bahwa adalah aliran natural dalam percakapan? Setiap saat aku memuat penjelasan sebagai klien. Margaret memparafrasekannya, refleksi tentang penjelasannya menghentikan pikiran dalam diri saya,jadi saya bisa melanjutkan dengan percakapan dengan cara yang wajar. Konsekuensinya, terlihat bagi saya bahwa margaret benar-benar mengerti apa yang saya katakan. Dia tidak mencampuri pikiran saya dengan cara apapun dengan menempatkan ide-idenya dia atas  pikiranku.  Untungnya saya bisa mengikuti jalan pikiran saya. Setap saat saya membuat penjelasan,dengan merefleksikan apa yang telah saya katakan. Margaret dapat membant saya berpikir dengan jelas tentang apa yang telah saya katakan dan hal ini dapat bisa membuat saya melanjutkan membicarakan hal yang sama,dalam cara konstrutif. Seolah-olah saya berjalan disetapak pikiran saya,dengan margaret berjalan disebelah saya. Hal ini sangat bagus,beberapa waktu sata terpendam daam pikiran saya Daripada konsentrasi kepada margaret. Sangat mudah melakukannya karena parafrase margaret tidak mengganggu, itu tidak mengambil pikiran saya dari hal yang sesungguhnya yang berusaha saya selesaikan. Jika dia menggunakan tanggapan gaya lain, tanggapannya bisa dengan mudah mengganggu saya mengikuti jlan pikiran saya sendiri. Kamu akan memperhatikan walaupun kejadiannya sebentar, tapi itu menimbulkan kesimpulan yang ringan untuk saya, jadi faktanya saya menyelesaikan masalah-masalah saya tanpa margaret memberikan pertanyaan,tanpa margaret memberi saran , tanpa margaret memberi nasehat. Segala hal yang telah dilakukan hanya merefleksikan ulang apa yang telah saya katakan.

Pentig untuk anda belajar untuk memparafrasekan. Supaya mebantu anda untuk melakukannya saya menyediakan contoh parafrase di bawah. Disetiap kasus terdapat tanggapan konselor di selelmbar kertas, baca penjelasan klien dan lihat apakah anda dapat memproduksi tanggapa konselor yang cocok untuk penjelasan para klien.

Example 1

Penjelasan klien : dalam seminggu aku telah mendapatkan peringatan, kuitansi listrik, dan mobilku rusak dan aku telah membayar sebesar 200 dolar untuk memperbaikinya, ada makan malam mewah dimana aku harus menghadirinya sebagai bagian dari pekerjaanku dan itu sangat mahal, dan karenanya aku harus mencari uang untuk biaya piknik anak lelakiku dan uang sekolah anak perempuanku.

Tanggapan konselor: anda telah membuat banyak pengeluaran dalam waktu yang sangat singkat.

Example 2

Penjelasan klien: sekarang ayahku sudah meninggal dan aku tidak bias berhenti memikirkannya. Aku mengingat waktu-katu indah yang pernah kami jalani bersama ketika aku masih muda dan bagaimana dia menunjukkan ketertarikan di hari-hari pertama pernikahanku. Aku ingat bagaimana dia bermain dengan anak-anakku, cucunya. Dia selalu terlihat menikmati.

Tanggapan konselor: anda memiliki kenangan yang indah terhadap ayah anda

Example 3

Penjelasan klien: rumahnya tua dan berantakan, ruangannya begitu besar, tidak begitu banyak barang di dalamnya dan membutuhkan penataan ulang. Bagian bagian rumah mullah terlihat rapuh. Ketika kamu berjalan akan terlihat lantai yang berlubang dan berderit. Tidak terdengar seperti rumah karena begitu besar, terbuka, tua, tandus, tapi aku suka tinggal di tempat itu asal kamu tahu.

Tanggapan konselor: walaupun rumah dalam kondisi memprihatinkan, itu tetaplah rumah untukmu

Example 4

Penjelasn klien: saya memiliki masalah sebagai peminum yang buruk sehingga saya berhenti minum untuk 2 tahun ini. Ketika malam terakhir aku minum dan sekarang aku hanya berpikir bagaimana efek minuman tersebut pada saya dimasa depan. Saya sangat senang ketika memikirkannya karena saya bisa minum sekali dan berhenti, padahal pada masa lalu saya selalu membawa 1 minuman dan akan terus minum.

Tanggapan konselor: walaupun anda terkejut dengan apa yang anda lakukan,tetapi anda tampak tidak yakin bagaimana anda akan menyelesaikan masalah anda dengan alkohol sekarang

Example 5

Penjelasan klien : Anakku adalah anak perempuan yang sangat aktif, dia terlihat sangat enak dipandang dan girly, bajunya terlihat sangat bagus dan dia orang yang sangat baik secara alami. Dia sering tersenyum dan terlihat sangat gembira.

Konselor : Anakmu memiliki banyak nilai positif

Perlu diingat bahwa tidak ada dua konselor yang akan menggunakan paraphrase yang sama. Tidak akan ada dua konselor yang mengambil detil yang sama, dan saya tidak mempercayai bahwa selalu ada tanggapan terbaik. Contoh model jawaban yang telah saya berikan di atas tidak perlu menjadi yang terbaik. Saya yakin bahwa saya konselor yang baik, tapi saya tidak menganggap diri saya sempurna dalam keahlian mikro. Saya bahkan dan belum menemukan seorang pun. Sangat penting untuk diingat bahwa tidak penting bagaimana baiknya tanggapan anda. Yang terpenting adalah bahwa anda bisa menciptakan kenyataan, kepercayaan, kepedulian, hubungan empati dimana itulah keaslian diri anda. Ini berarti terkadang harus menjadi orang yang membuat kesalahan dan mengucapkan sesuatu yang kurang layak. Saya berulang kali memberikan tanggapan yang kurang layak. Walaupun saya mencoba untuk tidak melakukannya, tapi selalu ada saatnya saya melakukan itu. Dulu saya berpikir bahwa hal ini adalah bencana ketika saya memberikan tanggapan yang kurang layak hingga seorang kawan penulis saya membicarakan tentang sketsa pensil. Saya memberitahunya bagaimana ketika saya mencoba untuk menyektsa sesering mungkin hingga tiga perempat selesai dan lalu menggagalkannya dengan menggoreskan garis hitam di tempat yang tidak semestinya. Kawan pelukisku tertawa dan berkata, “Kamu jangan menggambar garis di tempat yang salah, karena dimanapun kamu menggariskan coretan yang bias kamu gunakan untuk menciptakan sesuatu yang lain. Saya belajar dari pelajaran dari apa yang dia katakan dan menambahkannya dalam konselingku. Ketika membuat tanggapan yang tidak layak saya menggunakan alasan tersebut. Itu akan menimbulkan interaksi antara aku dan klienku, dan saya akan dapan memberi semangat kepada klien untuk mengeksplorasi efek tanggapan kurang layak tersebut terhadapnya. Dengan melakukan ini aku melakukan pendekatan dengan klien.

Di bab ini anda akan belajar tentang paraphrase atau refleksi dari isi. Parafrase adalah keahlian yang sangat sederhana untuk digunakan karena anda hanya harus mendengarkan dan mengulang kembali dalam kata-kata anda sendiri esensi dari apa yang dikatakan klien. Dengan melakukan ini klien akan merasa didengarkan dan juga mulai menyadari apa-apa yang yang dikatakannya. Dirinya akan mulai bias memahami pentingnya segala hal yang dia katakana dan untuk menghilangkan kebingungannya. Ingat bahwa paraphrase tidak sama dengan pengulangan. pengulangan melibatkan kata dari apa yang telah dikatakan klien anda. Biasanya ini akan berguna untuk mengulang beberapa kata terakhir dari klien anda, untuk membuat dia meneruskan penjelasan separuh jalan, tapi sebagai peraturan umum prafrase merupakan proses yang lebih membantu. Ini dikarenakan paraphrase mengambil bagian-bagian terpenting dan signifikan dari isi daripada hanya mengulang kata-kata yang telah digunakan klien. Teruskan mengulang bagian dari semua yang telah klien katakana akan mengganggu klien daripada membuat hubungan yang baik. Keahlian refleksi dari isi di dalam kata-kata konselor justru membuat sebaliknya. Hal ini akan membuat klien merasa dihargai, didengarkan, dan penting untuk membantu klien untuk bergerak maju di eksplorasinya.

Reflection of feelings

Sebagaimana dijelaskan pada bab sebelumnya, salah satu cara terbaik untuk membantu klien untuk merasa bahwa Anda sedang mendengarkan dia adalah merefleksikan kembali padanya isi dari apa yang ia katakan. Anda mungkin telah memperhatikan bahwa dalam transkrip sesi konseling termasuk dalam bab sebelumnya telah disebutkan. Contohnya respon ketiga Margaret sebagai konselor termasuk dalam kata-kata “ apakah anda merasa Dave cemas”. Refleksi ini sangat berguna bagi saya, David (klien), karena memungkinkan saya untuk sepenuhnya mengalami kecemasan, bukan untuk mendorong ke suatu sisi. Alih-alih menghindari kecemasan, saya didorong untuk menerima kegenapan sakit dan akibatnya untuk terus menggali lebih lengkap. Konsekuensi dari ini adalah bahwa kecemasan itu membuat risau.

Refleksi perasaan di salah satu keterampilan mikro yang paling penting. Maksudnya adalah  pada saat yang sama ,mirip dan berbeda dari parafrase. Hal ini dikatakan mirip karena melibatkan dan mencerminkan kembali ke informasi klien yang disediakan oleh klien. Namun berbeda karena berhubungan dengan perasaan emosional, sedangkan parafrase umumnya berkaitan dengan informasi dan pikiran-pikiran yang membentuk isi dari apa yang dikatakan klien.

Fellings sangat berbeda dari pikiran. Pikiran pabrik di dalam otak kita. Hal itu terdapat pada tingkat kepala. Sedangkan penebangan harus dilakukan dengan emosi. Penebangan berada pada tingkat usus bukan tingkat kepala, dan mereka mengikat ke sensasi fisiologis kita. Misalnya, seseorang yang tegang perasaan emosional mungkin mengalami ketegangan yang otot-ototnya, sering di leher atau bahu, dan orang yang cemas mungkin memiliki telapak tangan berkeringat, sebuah mendengar peningkatan denyut jantung atau sensasi kupu-kupu dalam perut. Sering klien mencoba untuk menghindari dalam mengeksplorasi perasaan mereka karena mereka ingin menghindari rasa sakit yang terkait dengan emosi stong seperti kesedihan, putus asa, marah, dan kecemasan. Saya tahu bahwa bagi saya pribadi, itu jauh lebih menyakitkan untuk Philosophise tentang kemungkinan masalah, dan untuk membahas mereka seolah-olah mereka di mana “di luar sana” dan tidak benar-benar milik saya. Sayangnya ketika saya menghindari perasaan saya, philosophise, dan berbicara secara umum tentang masalah saya bukan sepenuhnya mereka mengalami efek pada saya secara emosional, saya jarang merasa lebih baik atau mencapai resolusi. Sebaliknya, saya cenderung untuk pergi berkeliling dalam lingkaran dan mendapatkan tempat. Namun, jika aku berhubungan dengan fellings saya, mereka sendiri, dan pengalaman mereka sepenuhnya, maka saya biasanya bergerak maju, merasa lebih baik secara emosional dan mungkin kemudian untuk membuat keputusan yang masuk akal untuk diri saya. Ada akibatnya konflik untuk konselor baru.

Dalam budaya kita, kita belajar untuk anak usia orang nyaman dengan mendorong mereka untuk melarikan diri dari perasaan mereka. Kita diajarkan untuk mengatakan “jangan menangis, itu akan baik-baik ‘, ketika sangat mungkin tidak akan sembuh, dan orang yang benar-benar harus menangis untuk melepaskan rasa sakit emosional. Jika Anda menjadi konselor yang efektif Anda harus melupakan apa yang Anda pelajari sebagai seorang anak. Anda akan perlu untuk mendorong klien Anda mengalami emosi mereka, yang akan sedih, menangis, menjadi marah dan berteriak, menjadi kewalahan, menjadi geli, untuk takut atau apa pun. Dengan melakukan ini, Anda akan membantu mereka untuk kembali dari rilis emosional disebut chatarsis.

Baru konselor sering mengalami masalah dalam membedakan antara pikiran dan perasaan karena orang sering menggunakan kata “merasa” ketika mereka menggambarkan pikiran. Sebagai contoh jika saya mengatakan “Saya merasa marah” maka saya mengekpresikan perasaan, tetapi saya katakan, “Saya merasa bahwa anggota dewan belajar berpikir pengalaman praktis terbaik”, saya sangat tidak mencerminkan sama sekali, melainkan hanya berpikir dan saya akan lebih akurat kalau aku berkata, “Saya pikir anggota dewan belajar terbaik berpikir pengalaman praktis”. Kata-kata “merasa bahwa” diikuti oleh serangkaian kata-kata umum berarti bahwa pikiran sedang, dan bukan perasaan. Perasaan biasanya dinyatakan dengan satu kata, sedangkan pikiran hanya dapat dinyatakan dengan menggunakan serangkaian kata-kata.

Ketika seorang konselor mencerminkan kembali perasaan klien ia tidak selalu perlu menggunakan kata “merasa” sama sekali. Berikut adalah beberapa pilihan untuk mencerminkan perasaan:

Anda merasa marah atau Anda merasa marah atau Anda sedang marah?

bahagia atau anda merasa bahagia atau anda sedang bahagia??

         Konselor yang berpengalaman secara terus menerus akan mengidentifikasi perasaan kliennya dan merefleksikannya kembali pada waktu yang tepat. Terkadang klien akan mengatakan pada anda dengan jelas bagaimana perasaan mereka dan pada saat lain anda akan mampu menilai bagaimana perasaan klien dengan mendengarkan nada bicaranya.

Dengan banyak berlatih, akan lebih mudah untuk mendefinisikan perasaan-perasaan seperti ketegangan, kesulitan dan kesedihan dari postur tubuh seseorang, ekspresi wajah dan gerakan tubuh. Air mata yang mulai menggenang di mata klien Anda mungkin akan memberitahu anda mengetahui tentang kesedihannya. Terkadang orang membutuhkan izin untuk menangis karena dalam kebudayaan kita menangis, terutama bagi kaum pria, sering tidak bisa diterima. Terkadang saya sering berkata pada para klien “saya bisa melihat air mata anda” atau “Menurut saya, tidak ada salahnya untuk menangis” atau hanya “ Tidak apa-apa untuk menangis” dengan lembut, dengan nada bicara yang bisa diterima, dan kemudian air mata akan mulai mengalir. Ijinkan klien untuk menangis. Jangan berikan dia tisu atau membuat dia nyaman dengan berbagai cara hingga emosinya reda dengan sendirinya. Jika anda menggangu proses menangis, maka klien akan menarik perasaannya, tidak akan mendalami sepenuhnya, dan efek kesembuhan dari pelepasan emosional akan berkurang.

Bersiaplah dengan kemungkinan respon dramatik dari klien anda kapan saja anda merefleksikan perasaan. Bagi seorang konselor yang masih baru, keadaan seperti ini cukup mengkhawatirkan, namun hal ini selalu berguna bagi klien. Jika anda dengan benar berbicara kepada klien anda “Saya mendapat kesan kalau anda benar-benar terluka didalam hati anda” maka klien akan tersentuh dengan perasaan sakit hatinya dan mulai menangis, dan anda harus menanggapi dengan perasaan biasa saja terhadap perasaan klien.

Terkadang, jika anda mencerminkan kembali kemarahan klien dengan berkata “Anda marah” atau mungkin “Anda terdengar sangat marah” klien akan menanggapi kembali dengan gertakan kemarahan “Saya tidak marah” di ikuti dengan kemarahan panjang lebar, biasanya diarahkan kepada konselor. Jika ini terjadi, biarkan diri anda merasa nyaman, karena kemungkinan anda telah memembuat klien mengekspresikan kemarahan yang ia sendiri tidak ingin buka. Klien telah mampu untuk memenuhi sebagian dari kemarahannya kepada anda, dan dia akan merasa lebih baik untuk itu.Berhadapan dengan kemarahan klien terkadang bisa berbahaya dan karena itulah satu bab penuh telah dikhususkan untuk topik ini.

Manusia bisa diibaratkan dengan penanak nasi yang sudah tua. Ketika kita mengfungsikan dengan efektif tenaga emosional yang cukup dari dalam diri kita untuk tetap menjaga motivasi kita untuk menjalani kehidupan kita sehari-hari dengan maksimal dan kreatif. Pada saat-saat kritis dalam kehidupan kita, tekanan emosi akan meningkat hingga pada saatnya kita akan meledak. Pada bagian ini, proses berpikir kita diblokir dan kita tidak bisa mengatasi. Kita merasa tidak bisa mengontrol diri sendiri. Untuk mendapatkan kembali kontrol diri, pertama kita harus melepas beberapa tekanan emosional, dan hal ini sulit karena kebanyakan kita telah diajarkan sejak kecil untuk menahan emosi di dalam, tidak menangis, dan tidak marah. Seorang konselor yang efektif memperbolehkan klien untuk sepenuhnya mengalami emosinya dan merasa lebih baik sebagai hasil pelepasan katarsis. Dengan melepaskan katarsis, tekanan dalam penanak nasi akan kembali menjadi normal, dan pemikiran rasional bisa dimulai untuk mengambil alih kembali, jadi itulah konstruktif supaya keputusan bisa terjadi. Karena itulah, kemampuan merefleksikan perasaan, seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, salah satu keterampilan yang paling penting, atau bisa juga dikatakan sebagai skill yang paling penting dalam kecakapan konseling.

Berikut ini ada beberapa contoh dari laporan klien, yang diikuti oleh refleksi perasaan yang cocok. Sebelum membaca respon konselor pada tiap kasus, tuliskan kemungkinan respon yang akan anda berikan.

Contoh refleksi dari perasaan

Contoh 1

Pernyataan klien: Aku tetap berharap ibuku untuk menunjukkan minat lebih pada saya. Waktu dan lagi saya sudah memintanya untuk datang menemui saya tetapi dia tidak pernah melakukannya. Kemarin adalah hari ulang tahun saya dan dia datang untuk mengunjungi saya, tetapi apakah Anda tahu dia tidak lagi ingat bahwa itu adalah hari ulang tahun saya. Aku hanya tidak berpikir dia peduli tentang aku sama sekali. (berkata pelan dengan nada datar suara)

Respon Konselor: “Anda kecewa” atau “Anda merasa terluka”

Contoh 2

Pernyataan klien: Pertama-tama, saudara laki-laki saya mematahkan bor listrik saya. Dia tidak memberitahu saya bahwa dia mematahkan itu, Dia hanya meninggalkannya tergeletak. Kemudian, apa yang anda pikirkan yang dia lakukan, dia pergi dan meminjam motor saya tanpa memberitahu saya. Saya merasa ingin memukulnya.

Respon Konselor: “Anda merasa marah” atau “Anda sangat marah”

Contoh 3

Pernyataan klien: Aku mendapatkan pekerjaan baru belakangan ini. Itu cukup berbeda dari pekerjaan yang dulu. Atasannya baik padaku, aku mendapat sebuah kantor yang bagus untuk bekerja, suasana dalam perusahaan sangat positif. Saya tidak bisa percaya bahwa saya sangat beruntung

Respon Konselor: “Anda merasa sangat gembira” atau “Anda sangat gembir

Contoh 4

Pernyataan klien: Anak muda sekarang tidak seperti saya dulu, pintar berpakaian,mereka kotor, mereka kasar, mereka tidak berdiri untuk Anda saat di dalam bis, aku tidak tahu apa yang terjadi pada generasi baru

Respon Konselor: “Anda jijik”

Contoh 5

Pernyataan klien: pacar saya menelpon saya dari hotelnya di luar negri. Dia adalah seorang wartawan dan ditempatkan di daerah pusat kekacauan. Saat saya berbicara dengannya di telepon saya bisa mendengar suara-suara marah dibelakang, dan kemudian ada kecelakaan yang luar biasa, dan sambungan terputus, dan saya tidak tau apa yang terjadi padanya! ( berkata dengan cepat dan terengah-engah

Respon Konselor: “Anda sangat khawatir” atau “Anda panik”

Contoh-contoh ini mungkin memberimu ide betapa sulitnya menilai perasaan yang mendasari pernyataan klien ketika isyarat non verbal termasuk ekspresi wajah dan postur tubuh tidak tersedia. Ketika anda secara aktif terlibat dalam interaksi konseling dengan klien akan lebih mudah bagi Anda untuk mengidentifikasi apa yang klien rasakan karena Anda akan menggunakan seluruh perasaan Anda. Jika Anda lebih dekat pada klien, perasaan Anda sendiri akan  mencocokkannya. Ketika Dia terluka, pada tingkat kurang intens, Anda akan mengalami sesuatu terhadap lukanya dan akan merefleksikannya kembali padanya.

Dengan pengalaman pada mencerminkan perasaan Anda dapat menggunakan berbagai ekspresi sehingga tanggapan Anda terdengar alami daripada stereotip dan agak mekanis. Kadang-kadang sebuah respon pendek seperti “ Anda terluka” adalah tepat. Tetapi pada waktu lain Anda boleh menggunakan ekspresi seperti berikut:

“Kesan saya, Anda sangat terluka sekarang”

“Dari yang Anda katakan, dugaan saya bahwa Anda terluka sangat dalam”

“Sekarang Anda terluka”

Sebagai aturan umum mencoba untuk menjaga respon pendek konseling Anda. Ingat bahwa ini diperlukan klien untuk lebih banyak berbicara dan pekerjaan Anda adalah mendengarkan dan mendengarkan. Respon panjang konselor mengganggu proses kata hati klien dan mencegah klien untuk bebas dan terbuka mengekplorasi persoalannya.

Ketika Anda menguasai seluruh refleksi perasaan, pindah pada chapter berikutnya dan mempelajari kombinasi isi refleksi dengan refleksi perasaan.

Ringkasan Belajar

  • Perasaan adalah emosi bukan pikiran. Mereka berpengalaman di tingkat usus bukan di tingkat kepala
  • Perasaan selalu di ekspresikan oleh satu kata. “Sedih”, “Senang”, “Sendiri”, dan “Bingung”
  • Refleksi perasaan kembali pada klien sangat membantu dalam mempromosikan rilis emosi dengan konsekuensi menyembuhkan
  • Kadang klien membutuhkan waktu untuk menangis.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s